PANGERAN DAYAK MAANYAN

Tentang semua kerinduan terhadap kampung halaman nan luas di alam semesta

Mengenal Makanan “Wadi”

12 Comments

Wadi adalah makanan Khas Kalimantan, hanya saja semua dayak mengklaim wadi adalah makanan khas daerah mereka masing masing. Apa sebenarnya itu wadi?

Wadi adalah sebuah bahan makanan yang diawetkan dengan bumbu tertentu, bahan dasarnya berupa daging atau ikan. Wadi merupakan bentuk pengawetan makanan yang mudah busuk/rusak agar bisa bertahan lama dan tidak mudah busuk.

Cara membuatnya adalah daging (biasanya babi/babi Hutan) atau ikan dipotong menurut selera, untuk bahan daging komposisi yang bagus adalah campuran tulang, daging dan lemaknya yang seimbang, sementara untuk ikan tidak dianjurkan mencampur jenis ikan yang bersisik dan tidak bersisik. Hal pertama dilakukan adalah membuat bahan pengawetnya/bumbunya, dalam bahasa Maanyan di sebut “sammu’. Sammu’ terbuat dari padi ketan (atau beras ketan…lebih harum padi) di sangrai sampai coklat tua, lalu ditumbuk sehalus halusnya, bahan yang harus tersebut dicampur dengan garam dapur dengan perbandingan 1:1 atau 1:2 tergantung tingkat keasinan yang kita inginkan. Campuran garam dan bahan tersebut selanjutnya dicampur dengan potongan daging atau ikan, secara merata. Caranya dicampur dan diaduk dengan tangan minimal selama sampai merata betul “sammu”nya. Perbandingan yang ideal antara bahan dasar (daging/ikan) dengan sammu nya adalah 10:1 artinya samunya minimal 1/10 dari berat bahan yang dibuat wadi.

Bahan yang sudah dicampur merata tersebut, dimasukkan ke dalam guci khusus atau stoples atau ember bertutup dan didiamkan di tempat gelap (tidak terkena sinar marahari langsung) minimal selama 1 minggu. Selama proses penyimpanan ini, enzim dari ekstrak padi ketan yang halus tersebut akan merubah daging atau ikan, menjadi empuk dan harum khas wadi. Semakin lama di simpan, semakin empuk daging tersebut.

Bila sudah mencapai 1 minggu penyimpanan,wadi sudah bisa dimasak, baik digoreng maupun dimasak kuah kental, biasanya dimakan dengan rebusan sayur dan beras baru dari ladang sendiri (yummy…………..!).

Author: tumpuknatat

I am a dreamer and lover

12 thoughts on “Mengenal Makanan “Wadi”

  1. H.m. Kodratullah Fakhlevi Fakhlevi at 12:08pm May 10
    setelah membaca natat’s Blog: ternyata david juga penggemar wa
    H.m. Kodratullah Fakhlevi Fakhlevi at 12:09pm May 10
    binikugin bisa meolah pucuk kunjui betumbuk
    H.m. Kodratullah Fakhlevi Fakhlevi at 12:09pm May 10
    wadi patin olahannya nyaman/ handakkah? ni lg makan wadi patin begoreng, sambal acan behampalam
    David Suwito at 12:11pm May 10
    @ Levi : hi hi..masalh wadi mohon dimaafkan lah..ada unsur “babi” nya..maklum saya kristiani..makasih Infonya…wah seneng tuh ada pengunjung pertama blog saya ha ha ha

    @ Ya pucukm kunjui batumbuk memang kakayaan kuliner bersama, cuma tiap daerah agak alin resepnya, saya tulis di blog itu resep mamaku he
    David Suwito at 12:15pm May 10
    Handak Banarrrrrrrrrrrr…sipulunnnnnnn..mantap….jangan lupa tambahkan sayur dalam setiap menu, untuk serat dan vitamin A dan C nya…wadi Patin, enak banget..

    Nicko Pernando Susanto at 12:21pm May 10
    wadi adalah suatu makanan olahan yang di buat berdasarkan resep masa lampau, hahaha, saya raya rasa definisinya seperti kurang lebih.

    @ Nicko : he he he..definisi boleh beda, rasa gak boleh beda ha ha ha

  2. ahhhh jari leleu iwey nah!!! aku hobi wadi wawui, pusuk dengkut, en papay nanakan…. :-d

    • Untuk Dimaz (utuh Waman) hasil penelusuranku…mun Maanyan sejati biar kaawe lawit teka tumpuk baik hang USA maupun Belanda, pasti kasungu wadi wawui, pusuk suku, papay andri kulat tarisip he he…..berarti hanyu Maanyan Sejati

  3. wow wadi is delicious food. kude sedikit pemberitahuan lah…. amuneau itak ku sadi wadi ru puank iuh na tamui ma lumah,,,,,,, aku bulu bingung, dami sa ak mikir daya pikiran haut hante, sakalini hanye numa budas itakku takut talau saingan namui wadi takut galis hantam kawan umpu ne…. hahay. jajung jua hi itak sadi.

    • biasani kuah wadi kan kental dan sedikit dan dijadikan sambal cucupan sayur..amun na tamui wansit galis he he

  4. AQ kai midi wadi wawui yari pda,, le2i iwei Q baca blog nu kak hehee. . .

  5. btw, wadi tahan berapa lama? apakah harus disimpan di tempat yang rapat ??

    • Bisa sampai 6 bulan…tergantung kepandaian pembuat wadinya..semakin lama wadinya, semakin enak, karena tulangnya hancur

  6. nanti klo dah jd, wadi ini jadi berasa asam gak ?

    • tidak asam…cuma tulangnya lunak, dagingnya empuk dan wangi..kalau yang asam itu pakasam.pakasem namanya..cara membuatnya beda…

  7. Di daerah saya juga ada sammu’, tapi karena kurang suka ikan jadi saya tidak tertarik. Babi Sammu’ enak kah? Kalau kapan-kapan saya main ke Palangkaraya, tolong diajak makan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s