PANGERAN DAYAK MAANYAN

Tentang semua kerinduan terhadap kampung halaman nan luas di alam semesta

Memaknai Arti Kegagalan

Leave a comment

Filre Edition

Penulis lagi berlibur di Keukenhof, The Netherlands

MEMAKNAI ARTI KEGAGALAN
“Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”
Saya tidak mengerti sama sekali dari mana kata motivasi yang sangat sesat ini, ..yes, it is a-big no…kegagalan bukan kesuksesan yang tertunda, kegagalan adalah lawan kata dari sukses! opposite!. Gagal berarti tidak sukses. Titik.
Jika kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, kita hanya menunggu waktu saja untuk sukses..Hanya menunggu!, really?
Jujur sajalah : Kegagalan adalah ketidaksuksesan!, that is all! you don’t have to use some exquisite words to describe that” failure” is almost pretty same with “triumph”
Gagal artinya kita harus bangkit lagi, dengan STRATEGI baru, dengan cara baru, dengan usaha setingkat lebih keras, dengan sudut pandang baru, dan semangat baru.
Karena dunia kesuksesan bukanlah milik kaum penggerutu, pengeluh, pemalas, pendengki dan pencaci maki; dunia kesuksesan adalah milik mereka yang tegar, pejuang tangguh, pantang menyerah, banyak akal, banyak berfikir, realitis dan….beruntung!,
Nah..saya tidak bisa membahas banyak kalau sudah ada kata “beruntung”, karena yang terahir ini kadang bisa menjungkir-balikan segala teori dan fakta rasional hehe.
Ada banyak keunikan manusia dalam menghadapi kegagalan, ada yang memilih untuk tetap jatuh, ada yang butuh waktu untuk bangkit, ada yang segera bangkit, ada yang menangis bombay semalam suntuk, tapi esok harinya bangun dengan semangat membara walau bermata panda. Apapun caranya, seseorang yang sedang bangkit tetap harus semangat dan kita semangati, bergerak maju memang tidak mudah bagi mereka yang baru terjatuh keras dalam kegagalan, namun kita harus tetap maju dengan cara apapun, jika tak mampu berlari, berjalanlan, jika tak mampu berjalan, merayaplah, jika tak mampu merayap, bergulinglah, karena mimpi kita masih di depan, jangan biarkan kegagalan itu menang.
Saya kadang juga kaget sendiri, seorang teman yang super jenius sekarang lagi menyelesaikan Ph.D nya di MIT misalnya, saya kira segalanya mudah, tidak ternyata, dia pernah gagal melamar 11 jenis beasiswa, malah salah satu beasiswa dalam negeri yang menurut saya mudah, hanya ada test TPA dan TOEFL saja…
Banyak kisah serupa, walau tentu saja tidak sefenomenal Thomas Alva Edison yang gagal sebanyak 999 kali dan percobaan ke 1000 dia mampu bikin lampu pijar yang membawa dunia dari abad kegelapan ke abad cahaya (dalam pengertian fisika).
Satu hal yang saya pelajari dari banyak orang adalah semangat pantang menyerah serta membuat strategi baru setelah mengevaluasi kegagalan.
Ada kalanya, ketika dievaluasi kita sampai pada saat harus “menyerah” lewat jalan itu, tapi jalan yang lain. Ini ada satu orang teman yang barusan selesai studi Ph.D-nya bidang Public Health di sebuah Universitas di Eropa. Dia sejak SMA bercita cita harus jadi dokter!, jadi dokter yang banyak bergerak memberantas penyakit menular, SMA pun dia ambil SMA Negeri yang paling bagus di luar pulau, dia rela tinggal di kos setamat SMP, tekatnya memang tekat baja!, namun apa yang terjadi, menembus FK UI atau UGM impiannya tidak mudah…..dia gagal dari berbagai jalur, namun diterima di sebuah FK di PTS terkemuka di Jakarta, yang tetap dia tidak bisa ambil mengingat biaya masuknya yang seperempat milyar itu sangat berat bagi orang tuanya dan dia harus rela menguburkan impiannya sejenak, dia kembali ikut UMPTN lagi tahun berikutnya dan tidak lulus juga ke FK impiannya.
Namun, ada jalan lain membentang, jalan yang tak sepenuhnya diinginkannya, namun tetap bisa mencapai sebagian dari impiannya memberantas penyakit menular, ya dia terima di FKM atau kesehatan masyarakat. Mutiara memang tidak akan berubah menjadi alumnium, di FKM dia lulus dengan sangat cepat dengan IPK 4,0 dan langsung dapat beasiswa kampus lanjut ke S2 dengan beasiswa kementerian, dan lulus dengan IPK 4,0 lagi, kemudian diangkat (lulus) jadi dosen dan mendapat beasiswa Ph.D ke Eropa dalam usianya yang sangat belia, dia juga tergabung dalam tim peneliti untuk pemberantasan penyakit menular.
Andai saat dia tidak lulus FK dulu, dia menyerah, mabuk mabukan, tidak mau kuliah, maka sekarang saya tidak bisa membayangkan nasibnya bagaimana.
Banyak cerita tentang cara dan menyikapi kegagalan, di antara banyak pula yang hanya menangisi kegagalannya, pilihan kembali kepada kita sendiri.
Di segala upaya kita juga perlu berdoa, berdoa dan bekerja keras!, makanya ada pepatah latin ORA ET LABORA bukan ORA saja sambil baring-baring atau duduk ngopi, saya percaya SANG PENGABUL DOA akan melihat mana yang berniat dan berusaha, mana yang hanya main minta tanpa usaha.
Kembali kepada kita sendiri…apakah kita tetap memaknai kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, atau bangkit dengan strategi baru untuk mencapai lawan kata kegagalan, yaitu kesuksesan !

Selamat Pagi…

Author: tumpuknatat

I am a dreamer and lover

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s